Boleh Mendekat

Sabtu, 8 Januari 2022

Baca: Imamat 16:1-5

16:1 Sesudah kedua anak Harun mati, yang terjadi pada waktu mereka mendekat ke hadapan TUHAN, berfirmanlah TUHAN kepada Musa.

16:2 Firman TUHAN kepadanya: "Katakanlah kepada Harun, kakakmu, supaya ia jangan sembarang waktu masuk ke dalam tempat kudus di belakang tabir, ke depan tutup pendamaian yang di atas tabut supaya jangan ia mati; karena Aku menampakkan diri dalam awan di atas tutup pendamaian.

16:3 Beginilah caranya Harun masuk ke dalam tempat kudus itu, yakni dengan membawa seekor lembu jantan muda untuk korban penghapus dosa dan seekor domba jantan untuk korban bakaran.

16:4 Ia harus mengenakan kemeja lenan yang kudus dan ia harus menutupi auratnya dengan celana lenan dan ia harus memakai ikat pinggang lenan dan berlilitkan serban lenan; itulah pakaian kudus yang harus dikenakannya, sesudah ia membasuh tubuhnya dengan air.

16:5 Dari umat Israel ia harus mengambil dua ekor kambing jantan untuk korban penghapus dosa dan seekor domba jantan untuk korban bakaran.

Katakanlah kepada Harun, kakakmu, supaya ia jangan sembarang waktu masuk ke dalam tempat kudus. —Imamat 16:2

Akibat pandemi COVID-19, untuk mengambil sesuatu dari safe deposit box (fasilitas penyimpanan untuk menyimpan barang maupun dokumen berharga) dibutuhkan lebih banyak protokol daripada sebelumnya. Saya harus membuat janji terlebih dahulu, menelepon begitu sampai agar diizinkan masuk ke bank, menunjukkan kartu identitas dan tanda tangan, lalu menunggu untuk diantar ke lemari besi oleh petugas bank yang ditunjuk. Begitu tiba di dalam, pintu yang tebal kembali dikunci sampai saya menemukan yang saya perlukan. Saya tidak akan bisa masuk jika tidak mengikuti peraturan.

Dalam Perjanjian Lama, Allah memberi protokol khusus untuk memasuki bagian tabernakel yang disebut tempat maha kudus (Kel. 26:33). Di balik tabir khusus, yang “menjadi pemisah . . . antara tempat kudus dan tempat maha kudus”, hanya Imam Besar yang dapat masuk sekali setahun (Ibr. 9:7). Harun, dan para Imam Besar yang meneruskan pelayanannya, harus membawa hewan persembahan, membasuh dirinya, dan mengenakan pakaian kudus sebelum masuk (Im. 16:3-4). Semua instruksi Allah itu bukan untuk alasan kesehatan atau keamanan, melainkan bertujuan untuk mengajarkan bangsa Israel tentang kekudusan Allah dan kebutuhan kita akan pengampunan.

Pada saat kematian Yesus, tabir khusus itu terbelah dua (Mat. 27:51), sebagai lambang bahwa semua orang yang percaya kepada pengorbanan-Nya untuk pengampunan dosa mereka dapat memasuki hadirat Allah. Terbelahnya tabir tabernakel itu menjadi alasan untuk kita bersukacita senantiasa—Yesus telah memungkinkan kita untuk selalu boleh mendekat kepada Allah! —Kirsten Holmberg

WAWASAN

Boleh Mendekat

Bagaimana kamu menyadari telah dibawa mendekat kepada Allah? Bagaimana kebenaran tersebut membawa sukacita bagi kamu?

Terima kasih, Tuhan Yesus, karena telah memungkinkan aku untuk selalu boleh mendekat kepada Allah.

Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 20–22; Matius 6:19-34

0 replies

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published.