Mendengarkan di Surga

Rabu, 12 Januari 2022

Baca: 1 Raja-raja 8:37-45

8:37 Apabila di negeri ini ada kelaparan, apabila ada penyakit sampar, hama dan penyakit gandum, belalang, atau belalang pelahap, apabila musuh menyesakkan mereka di salah satu kota mereka, apabila ada tulah atau penyakit apapun,

8:38 lalu seseorang atau segenap umat-Mu Israel ini memanjatkan doa dan permohonan di rumah ini dengan menadahkan tangannya–karena mereka masing-masing mengenal apa yang merisaukan hatinya sendiri–

8:39 maka Engkaupun kiranya mendengarkannya di sorga, tempat kediaman-Mu yang tetap, dan Engkau kiranya mengampuni, bertindak, dan membalaskan kepada setiap orang sesuai dengan segala kelakuannya, karena engkau mengenal hatinya–sebab Engkau sajalah yang mengenal hati semua anak manusia, —

8:40 supaya mereka takut akan Engkau selama mereka hidup di atas tanah yang telah Kauberikan kepada nenek moyang kami.

8:41 Juga apabila seorang asing, yang tidak termasuk umat-Mu Israel, datang dari negeri jauh oleh karena nama-Mu, —

8:42 sebab orang akan mendengar tentang nama-Mu yang besar dan tentang tangan-Mu yang kuat dan lengan-Mu yang teracung–dan ia datang berdoa di rumah ini,

8:43 maka Engkaupun kiranya mendengarkannya di sorga, tempat kediaman-Mu yang tetap, dan Engkau kiranya bertindak sesuai dengan segala yang diserukan kepada-Mu oleh orang asing itu, supaya segala bangsa di bumi mengenal nama-Mu, sehingga mereka takut akan Engkau sama seperti umat-Mu Israel dan sehingga mereka tahu, bahwa nama-Mu telah diserukan atas rumah yang telah kudirikan ini.

8:44 Apabila umat-Mu keluar untuk berperang melawan musuhnya, ke arah manapun Engkau menyuruh mereka, dan apabila mereka berdoa kepada TUHAN dengan berkiblat ke kota yang telah Kaupilih dan ke rumah yang telah kudirikan bagi nama-Mu,

8:45 maka Engkau kiranya mendengarkan di sorga doa dan permohonan mereka dan Engkau kiranya memberikan keadilan kepada mereka.

[Allah] mendengarkan di sorga doa dan permohonan mereka. —1 Raja-

Hingga usia delapan belas bulan, Maison belum pernah mendengar suara ibunya. Dokter memasangkan alat bantu dengarnya yang pertama, lalu ibunya, Lauryn, bertanya, “Kamu bisa mendengar suara Ibu, Nak?” Mata Maison berbinar-binar. “Hai, Sayang!” sapa Lauryn. Maison tersenyum dan mengoceh pelan. Sambil menangis, Lauryn tahu ia tengah menyaksikan suatu mukjizat. Ia melahirkan Maison secara prematur setelah tertembak tiga kali dalam perampokan bersenjata di rumahnya. Terlahir dengan berat hanya setengah kg, Maison dirawat secara intensif selama 158 hari dan sangat kecil kemungkinannya bertahan hidup, apalagi dapat mendengar.

Kisah yang sangat menyentuh itu mengingatkan saya pada Allah yang mendengar kita. Raja Salomo berdoa sungguh-sungguh agar Allah menyendengkan telinga-Nya, khususnya pada masa-masa sulit. Ketika “tidak ada hujan” (1Raj. 8:35), terjadi “kelaparan [dan] penyakit sampar,” malapetaka atau sakit penyakit (ay.37), perang (ay.44), bahkan dosa, kiranya Allah “mendengarkan di sorga doa dan permohonan mereka,” Salomo berdoa, dan “memberikan keadilan kepada mereka” (ay.45).

Dalam kebaikan-Nya, Allah merespons dengan janji yang masih menggetarkan hati kita. “Dan umatku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka” (2Taw. 7:14). Surga mungkin terasa jauh. Namun, Yesus menyertai semua yang percaya kepada-Nya. Allah mendengar doa-doa kita, dan Dia menjawabnya. —PATRICIA RAYBON

WAWASAN

Mendengarkan di Surga

Situasi sulit apa yang dapat kamu doakan hari ini, dengan mempercayai bahwa Allah mendengarnya di surga? Apakah pertolongan Allah yang dapat kamu syukuri karena Dia telah menjawab doa kamu?

Bapa Surgawi, terima kasih karena ketika aku berada dalam kesulitan dan pergumulan terberatku, Engkau mendengar seruan yang kupanjatkan dengan sungguh-sungguh.

Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 29–30; Matius 9:1-17

0 replies

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published.